Ketika mendengar kata JOGJA mungkin yang kita tahu adalah sebagai kota budaya dan kota pelajar. Atau mungkin ada pula yang mengatakan sebagai kota wisata. Ya, itu semua memang benar. Dan yang akan saya bahas disini adalah Jogja sebagai kota wisata. Akan tetapi bukan wisata alam atau wisata sejarahnya, melainkan WISATA RELIGI.
1. Masjid Gedhe Kauman
Lokasi : Kauman, Ngupasan, Gondokusuman Yogyakarta.
Siapa yang tak kenal salah satu masjid tertua di Jogja, bahkan ada sebagian sumber yang mengatakan masjid raya tertua di Indonesia. Masjid yang terletak disebelah barat alun-alun utara Jogja ini biasanya sudah menjadi "satu paket" wisata dengan kraton Yogyakarta. Saat kita melihat kebagian atas masjid, kita akan melihat 3 bagian atap yang bertingkat dengan mastaka yang mengilustrasikan daun kluwih dan gadha. Adapun makna dari dibuatnya atap masjid yang bertingkat 3 adalah menggambarkan kesempurnaan hidup melalui tiga tahapan kehidupan manusia yaitu Syariat, Makrifat, dan Hakikat.
Pesona dari Masjid Gedhe Kauman ini terletak pada dinding masjid, yaitu pemasangan batu kali putih tanpa menggunakan semen ataupun unsur pelekat lain. Dan tak hanya itu, adanya batang kayu jati utuh yang usianya telah lebih dari 200 tahun yang menyangga/menopang bangunan masjid tersebut. dibagian dalam inti masjid juga terdapat sebuah keunikan yang terletak dibelakang sebelah kiri mihrab (tempat imam) yang disebut Maksura. Maksura adalah sebuat tempat yg terbuat dari kayu jati yang berbentuk bujur sangkardengan lantai marmer yang lebih tinggi serta dilengkapi dengan tombak.. Maksura difungsikan sebagai tempat pengamanan raja apabila Sri Sultan berkenan sholat berjamaah di masjid ini.
Selain bangunan inti Masjid Gedhe kauman ini juga memiliki beberapa bagian bangunan lain yang tak kalah menarik. Yaitu sebuah bangunan terpisah dari bangunan inti masjid yang terletak di sebelah timur laut masjid, yang disebut Pagongan. Pangongan ini biasanya cuma digunakan pada saat perayaan sekaten. Bangunan tersebut digunakan sebagai tempat meletakkan gamelan sekaten. Puncak perayaan sekaten itu sendiri juga dilaksanakan di area masjid ini, lebih tepatnya di halaman depan masjid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar